Pages

Jumat, 27 Juli 2012

Peta Perekonomian Kota Singkawang



Keadaan Geografis

Kota Singkawang atau San Keuw Jong adalah sebuah kota (kotamadya) di Kalimantan Barat, Indonesia. Singkawang memperoleh status kota berdasarkan UU No. 12/2001, tanggal 21 Juni 2001. Berdasarkan Perda Kota Singkawang Nomor 1 Tahun 2003 tentang Perubahan desa menjadi Kelurahan di Kota Singkawang dan Perda Nomor 2 Tahun 2003 tentang Pembentukan dan Perubahan Nama Kecamatan di Kota Singkawang sesuai dengan ketentuan tersebut di atas, terdapat 5 (lima) kecamatan dan 26 (dua puluh enam) kelurahan, yakni:
* Singkawang Barat, 4 (empat) kelurahan, yaitu:
   1. Kelurahan Pasiran,
   2. Kelurahan Melayu,
   3. Kelurahan Kuala, dan
   4. Kelurahan Tengah.

* Singkawang Utara, 7 (enam) kelurahan, yaitu:
   1. Kelurahan Sei Garam Hilir,
   2. Kelurahan Naram,
   3. Kelurahan Sei Bulan,
   4. Kelurahan Sei Rasau,
   5. Kelurahan Setapuk Kecil,
   6. Kelurahan Setapuk Besar, dan
   7. Kelurahan Semelagi Kecil

* Singkawang Selatan, 4 (empat) kelurahan, yaitu:
   1. Kelurahan Sedau,
   2. Kelurahan Sijangkung,
   3. Kelurahan Pangmilang, dan
   4. Kelurahan Sagatani.

* Singkawang Timur, 5 (lima) kelurahan, yaitu:
   1. Kelurahan Sanggau Kulor,
   2. Kelurahan Pajintan,
   3. Kelurahan Nyarungkop,
   4. Kelurahan Bagak Sahwa, dan
   5. Kelurahan Mayasopa.

* Singkawang Tengah, 6 (enam) kelurahan, yaitu:
   1. Kelurahan Roban,
   2. Kelurahan Condong,
   3. Kelurahan Sekip Lama,
   4. Kelurahan Jawa,
   5. Kelurahan Sei Wie, dan
   6. Kelurahan Bukit Batu.

Dengan luas wilayah 504 km², Singkawang terletak di wilayah khatulistiwa dengan koordinat diantara 0°44’55,85” - 1°01’21,51"LS 108°051’47,6”-109°010’19”BT.

Batas-batas wilayah Kota Singkawang adalah:
# Utara             Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas
# Selatan          Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang
# Barat             Laut Cina Selatan, Laut Natuna
# Timur            Kecamatan Samalantan Kabupaten Bengkayang


Kependudukan



Populasi penduduk kota Singkawang setiap tahun mengalami peningkatan. Berdasarkan data Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Singkawang pada tahun 2008, tercatat sebanyak 198.907 jiwa, mayoritas penduduk adalah orang hakka/khek sekitar 62%, selebihnya suku Melayu, Dayak, Tio Ciu dan Jawa. Jumlah ini naik dari tahun 2007, yakni 197.079 jiwa. Pada tahun 2006 sebanyak 188.300 jiwa bermukim di kota ini. Penduduk di kota ini tersebar di lima kecamatan, yakni Singkawang Selatan, Singkawang Timur, Singkawang Utara, Singkawang Barat dan Singkawang Tengah. Dari lima daerah ini terdapat 26 kelurahan.

Untuk Singkawang Selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang pada 2006 terdapat 37.396 jiwa. Tahun berikutnya 2007 bertambah menjadi 40.708 jiwa dan pada tahun 2008 yang lalu ada 41.466 jiwa. Di Singkawang Timur pada 2006 terdapat 18.951 jiwa dan tahun 2007 menjadi 19.022 jiwa. Jumlah itu naik menjadi 19.054 jiwa pada tahun 2008. Singkawang Utara tahun 2006 terdapat 20.287 jiwa. Pada tahun berikutnya, yaitu 2007 dihuni oleh 21.160 jiwa. Peningkatan terjadi lagi pada tahun 2008 menjadi 21.401 jiwa. Wilayah Singkawang Barat tahun 2006 silam tercatat 59.534 penduduk. Jumlah tersebut naik secara signifikan pada 2007 menjadi 60.307 jiwa. Pada 2008 sebanyak 60.656 jiwa hidup di Singkawang. Terakhir di Singkawang Tengah tahun 2006 ada 52.132 jiwa. Sedangkan tahun 2007 terdapat 55.882 jiwa. Jumlah yang signifikan terjadi pada 2008 menjadi 56.330 orang. Kesemua penduduk itu tersebar di wilayah Kota Singkawang yang memiliki luas 504,00 km2. Laju pertumbuhan penduduk Kota Singkawang pada tahun 2006 sekitar 5,6 persen.

Tempat Wisata


Pantai Pasir Panjang
Pantai Pasir Panjang telah lama menjadi tempat rekreasi yang terkenal, menghadap ke laut Natuna serta beberapa pulau kecil di sekitarnya, antara lain pulau Lemukutan, pulau Kabung dan Pulau Randayan. Perahu-perahu kecil dan speed boat dapat disewa di sini untuk menuju ke pulau-pulau tersebut.Sebagai sebuah tempat rekreasi, obyek wisata ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang serta di sekitar pantai telah banyak hotel, cottage, toko-toko, diskotik dan fasilitas-fasilitas lainnya tersedia bagi wisatawan. Tempat ini sangat cocok bagi orang-orang yang menyukai olahraga renang, memancing, menyelam dan ski air atau berselancar. Pantai Pasir Panjang berada di Kecamatan Tujuhbelas, hanya 17 km dari pusat kota Singkawang. Kondisi jalan masuk telah beraspal dan dapat dilewati oleh kendaraan roda empat. Sarana transportasi dari dan ke Pasir Panjang berupa kendaraan umum, taksi, minibus maupun kendaraan pribadi. Hamparan pasir putih dan bebatuan yang memanjang disertai hembusan angin dan deburan ombak yang aman sebagai kawasan pemandian, suasana Pasir Panjang akan terasa pada saat matahari terbit dan tenggelam di cakrawala. Dengan ditemani deretan Gunung Besi dan pepohonan yang menaunginya semakin menambah keelokan dan kekhasan wilayah wisata ini. Fasilitas yang lengkap dan nyaman dapat anda rasakan saat berwisata atau berlibur ke pantai Pasir Panjang ini. Mulai penginapan, kolam renang keluarga, tempat bermain anak-anak, warung-warung makan hingga fasilitas olahraga seperti motorcross, road race dan gokart. Anda dapat pula memancing langsung ke kawasan laut.

Sinka Island Park
Salah satu tujuan wisata baru di Singkawang terletak di kawasan wisata Teluk Karang/Teluk Ma'jantuh. Terletak sebelah selatan kota Singkawang 8 km sebelum memasuki kota ini. Dari pinggir jalan raya Pontianak - Singkawang berjarak 3 km. Merupakan objek wisata masa depan yang menawarkan fasilitas hiburan modern dan alami, kawasan wisata tepi pantai ini menyajikan pemandangan pantai dan hiburan lainnya untuk keluarga yang ditopang dengan berbagai fasilitasnya, seperti delman maupun kuda bagi pengunjung yang dapat disewa untuk mengelilingi taman rekreasi ini. Selain itu pengelola menyediakan kolam renang, kantin dan fasilitas lainnya.

Sinka Zoo
Sinka Zoo terletak di sebelah kawasan Sinka Island Park, tepatnya di sebelah selatan dengan jarak 500 meter setelah memasuki Sinka Island Park. Keunikan kebun binatang ini terletak diberbagai penjuru mengelilingi gunung dan nampak keindahan laut dari atas gunung tersebut yang menampilkan hewan-hewan langka lokal maupun luar daerah, taman rekreasi ini juga memiliki mobil pembawa para wisatawan untuk mengelilingi gunung Bajau. Dari atas gunung ini kita dapat menyaksikan keindahan kota singkawang dengan jelas.

Taman Bukit Bougenville
Merupakan taman bunga yang terletak di sebelah selatan, tepatnya di Desa Sijangkung dan berjarak ± 6 km dari kota Singkawang. Posisinya terletak di kaki bukit berlatar belakang Gunung Pasi dan dikelilingi areal hutan dan perkebunan. Taman ini memiliki luas 1,5 ha, walaupun bunga Bougenville yang menjadi tampilan utama, namun terdapat pula beragam bunga-bunga lainnya dan penataan taman yang asri untuk dapat dinikmati keluarga dan muda-mudi. Fasilitas yang disediakan untuk pengunjung relatif telah memberikan kesan "kenyamanan" untuk dinikmati, mulai dari sarana publik seperti tempat parkir, musholla, pondok-pondok tempat bersantai, rest room, cafetaria, kolam renang mini untuk anak-anak hingga hutan homogen yang dinamakan "Area Super Sejuk" dan dapat digunakan untuk area fotografi pengantin, alam dan sebagainya. Dilengkapi keramahan yang menyapa anda dari tiap ruang hingga sajian menu sesuai selera. Datang dan biarkan mata serta jiwa anda menikmati indahnya panorama alam di Taman Bukit Bougenville.

Taman Chidayu
Berdampingan dengan taman Bougenville, Chidayu memiliki karakteristik khas dengan tempat pemancingan, pepohonan buah-buahan, taman bunga dan taman bermain anak-anak. Kesejukan hembusan angin dapat kita nikmati sembari melihat sunset di ufuk barat dan hidangan cafe Chidayu.

Taman Teratai Indah
Tidak sampai 10 menit dari kota, tempat rekreasi keluarga untuk menikmati pemandangan gunung yang berjejer menghiasi kota Singkawang dengan nuansa 'air' dapat pula bersenda gurau di danau buatan sembari mengengkol 'bebek air', berenang bersama keluarga di kolam renang dan menikmati sajian makanan dan minuman di restoran atau danau.

Pasar Hong Kong
Jika anda merasa lapar di malam hari bukanlah persoalan, karena deretan gerobak yang menjual berbagai jenis makanan di pasar Hong Kong siap menuntaskannya. Pasar Hong Kong adalah sebutan orang-orang Singkawang untuk jalan Bawal dan sekitarnya di malam hari. Di pagi dan siang harinya, lokasi ini hanyalah jalan biasa tempat berlalu lalang berbagai kendaraan, namun ketika malam tiba akan dipadati gerobak-gerobak yang menjual berbagai jenis makanan.


Vihara Tri Dharma Bumi Raya
Kota Singkawang juga dikenal dengan sebutan kota Seribu Kuil, karena di setiap sudut kota ini dapat ditemui banyak bangunan vihara atau lebih dikenal sebagai kelenteng atau pekong. Bangunan ini memiliki arsitektur yang khas, didominasi warna merah dan hiasan naga.

Perekonomian

Perdagangan
Singkawang terkenal sebagai kota perdagangan terbesar kedua di Kalimantan Barat setelah Kota Pontianak. Letaknya di pantai barat sangat strategis, yakni berada di antara kabupaten Sambas dan Bengkayang, sangat menguntungkan Singkawang dalam mengembangkan daerahnya sebagai sentra bisnis dan pemasaran produk dari dan ke wilayah di sekitarnya. Selain juga menampung dan mendistribusikan barang-barang yang tidak diproduksi di Singkawang dan daerah sekitarnya, seperti barang-barang sandang, alat-alat pertanian dan lainnya. Sebagian besar barang yang diperdagangkan merupakan hasil bumi, seperti produk pertanian tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan dan hasil kerajinan atau industri kecil di Singkawang dan kabupaten tetangga.



Pertanian dan Peternakan
Singkawang adalah wilayah yang cocok untuk pengembangan pertanian tanaman pangan dan hortikultura terdapat di Kecamatan Singkawang Selatan, Utara dan Timur. Wilayah itu memiliki potensi yang cukup besar, baik dari segi lahan yang tersedia maupun jenis tanaman yang sesuai untuk dikembangkan. Lahan yang luas dan tanah yang subur serta tenaga kerja 11.829 orang merupakan faktor yang sangat mendukung bagi pengembangan agroindustri.

Tanaman jagung, misalnya, banyak diusahakan di Singkawang Selatan dan Timur. Komoditas ini baru tahun 2001 diusahakan di Singkawang Selatan seluas 10 hektar. Kebutuhan jagung untuk pakan ternak-sebagian besar untuk ayam ras petelur di Singkawang sangat besar, yakni 100 ton per hari. Singkawang sendiri belum bisa memenuhi kebutuhan pakan ternak tersebut, karena produksi tahun 2001 baru sekitar 20 ton. Hingga kini kebutuhan itu disuplai Kabupaten Bengkayang sebanyak 40 ton dan sisanya dari Semarang, Lampung, bahkan dari China.

Hasil pertanian itu selain dijual dalam bentuk buah segar, juga mulai diolah. Jeruk siam dan nanas, misalnya, dibuat sari jeruk, minuman ringan dan nanas dalam kaleng. Demikian pula pisang, dipasarkan dalam bentuk tepung pisang, pisang selai dan keripik pisang. Usaha industri ini mulai berkembang walau masih dalam skala industri kecil. Industri secara umum banyak terdapat di Singkawang Barat, berupa industri pengolahan bahan makanan dan minuman ringan. Ada juga industri furnitur dari kayu yang bahan baku serta pemasarannya bersifat lokal.

Hasil peternakan, terutama ayam petelur dan babi. Produksi peternakan selain untuk konsumsi sendiri, beberapa peternak besar, terutama telur ayam dan babi, juga dipasarkan ke luar Kota Singkawang. Bahkan telur ayam menguasai hampir 95 persen pasar di Kalimantan Barat.

Industri
Hasil industri yang menjadi produk andalan adalah keramik. Industri ini telah lama berkembang dan pasarannya pun merambah ke mancanegara meskipun masih berskala industri kecil. Ada delapan unit usaha yang bergerak di bidang usaha keramik dan dikelola turun-temurun. Pembuatan keramik tradisional itu terdapat di Desa Sakok, Kelurahan Sedau, Singkawang Selatan. Buatannya sangat menarik dan artistik bergaya Dinasti Ming. Ciri khasnya terletak pada desain yang berupa gambar naga. Keramik ini telah memenuhi pasaran ekspor ke Singapura, Malaysia dan negara lainnya.

Kota Singkawang juga terkenal dari hasil industri kecil dengan makanan khasnya, yaitu tahu dan mie Singkawang dan makanan ini sering dijadikan oleh-oleh bagi para pelancong yang datang ke Singkawang. Rasa dan aroma tahu Singkawang memiliki ciri khas tersendiri. Makanan berbahan dasar kedelai yang dibuat secara tradisional ini terasa lembut dan terlihat bersih, berbeda dengan tahu umumnya yang mungkin terasa sedikit asam. Hasil sampingan dari pembuatan tahu Singkawang adalah bubur tahu dan air tahu.

Kerajaan Holing



Pada abad ke 7 di Jawa Tengah bagian utara sudah berdiri satu kerajaan,kerajaan itu bernama Holing.Berita Cina berasal dari Dinasti T'ang yang menyebutkan bahwa letak Kerajaan Holing berbatasan dengan Laut Sebelah Selatan, Ta-Hen-La (Kamboja) di sebelah utara, Po-Li (Bali) sebelah Timur dan To-Po-Teng di sebelah Barat. Nama lain dari Holing adalah Cho-Po (Jawa), sehingga berdasarkan berita tersebut dapat disimpulkan bahwa Kerajaan Holing terletak di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah. 
J.L. Moens dalam menentukan letak Kerajaan Holing meninjau dari segi perekonomian, yaitu pelayaran dan perdagangan. Menurutnya, Kerajaan Holing selayaknya terletak di tepi Selat Malaka, yaitu di Semenanjung Malaya. Alasannya, Selat Malaka merupakan selat yang sangat ramai dalam aktifitas pelayaran perdagangan saat itu. Pendapat J.L. Moens itu diperkuat dengan ditemukannya sebuah daerah di Semenajung Malaya yang bernama daerah Keling.
Menurut Prasasti Dinoyo yang berangka tahun 760, pada tahun 664 Masehi kerajaan Holing dipindahkan oleh Ki-Yen ke arah Timur dan berlanjut dengan nama Kerajaan Kanjuruhan

Sumber Sejarah

I-Tsing menyebutkan bahwa seorang temannya bernama Hui-Ning dengan pembantunya bernama Yunki pergi ke Holing tahun 664/665 M untuk mempelajari ajaran agama Budha. Ia juga menterjemahkan kitab suci agama Budha dari bahasa Sansekerta ke bahasa Cina. Dalam menerjemahkan kitab itu, ia dibantu oleh pendeta agama Budha dari Holing yang bernama Jnanabhadra. Menurut keterangan dari Dinasti Sung, kitab yang diterjemahkan oleh Hui-Ning adalah bagian terakhir kitab Parinirvana yang mengisahkan tentang pembukaan jenazah Sang Budha.

Kehidupan Politik

Berdasarkan berita Cina disebutkan bahwa Kerajaan Holing diperintah oleh seorang raja putri yang bernama Ratu Sima. Pemerintahannya berlangsung dari sekitar tahun 674 masehi. Pemerintahan Ratu Sima sangat keras, namun adil dan bijaksana. Kepada setiap pelanggar, selalu diberikan sangsi tegas. Rakyat tunduk dan taat terhadap segala perintah Ratu Sima. Bahkan tidak seorang pun rakyat atau pejabat kerajaan yang berani melanggar segala perintahnya.
Suatu saat seorang saudagar Arab berkeinginan untuk membuktikan ketaatan rakyat Ho-ling terhadap hukum yang diterapkan. Ia meletakkan pundi-pundi uang di jalan di tengah kota. Ternyata tak ada seorangpun menyentuh atau mengambilnya. Hingga suatu hari secara tidak sengaja kaki Putra Mahkota menyentuh pundi-pundi itu. Maka Ratu Sima memerintahkan agar anaknya di potong kakinya sebagai hukuman. Karena hukuman itu dirasa terlalu berat, para penasehat Ratu memohon agar hukuman diperingan, namun Ratu berkeras. Setelah didesak, Ratu Sima memutuskan untuk memperingan hukumannya. Kaki putra mahkota tidak jadi dipotong tetapi hanya jari-jari kakinya saja.

Kehidupan Sosial

Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Holing sudah teratur rapi. Hal ini disebabkan karena sistem pemerintahan yang keras dari Ratu Sima. Di samping ini juga sangat adil dan bijaksana dalam memutuskan suatu masalah. Rakyat sangat menghormati dan mentaati segala keputusan Ratu Sima.

Kehidupan Ekonomi

Kehidupan perekonomian masyarakat Kerajaan Holing berkembang pesat. Masyarakat Kerajaan Holing telah mengenal hubungan perdagangan. Mereka menjalin hubungan perdagangan pada suatu tempat yang disebut dengan pasar. Pada pasar itu, mereka mengadakan hubungan perdagangan dengan teratur. kegiatan ekonomi masyarakat lainnya diantaranya bercocok tanam,menghasilkan kulit penyu, emas, perak, cula badak dan gading.di Holing ada sumber air asin yang dimanfaatkan untuk membuat garam. Hidup rakyat Holing tenteram, karena tidak ada kejahatan dan kebohongan. Berkat kondisi itu rakyat Ho-ling sangat memperhatikan pendidikan.Buktinya rakyat Ho-ling sudah mengenal tulisan,selain tulisan masyarakat Ho-ling juga telah mengenal Ilmu perbintangan dan dimanfaat dalam bercocok tanam.

Kehidupan Budaya

Rakyat Ho-ling menganut agama Budha. Hal itu dapat diketahui dari berita Cina yang ditulis I-Tshing, yang menjelaskan bahwa pada tahun 644 masehi Hwi-Ning seorang pendeta budha dari cina datang ke Ho-ling dan menetap selama 3 tahun. Hwi-Ning menterjemahkan salah satu kitab suci agama Budha Hinayana yang berbahasa Sanksekerta ke dalam bahasa Cina. Dalam usahanya Hwi-Ning dibantu oleh seorang pendeta kerajaan Ho-ling yang bernama Jnanabhadra

Kerajaan Kalingga atau Holing
 
Asal nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para, Ujung Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara, yang berarti sebuah tempat pemukiman para pedagang yang berniaga ke berbagai daerah. Menurut buku “Sejarah Baru Dinasti Tang (618-906 M)” mencatat bahwa pada tahun 674 M seorang musafir Tionghoa bernama I-Tsing pernah mengunjungi negeri Holing atau Kaling atau Kalingga yang juga disebut Jawa atau Japa dan diyakini berlokasi di Keling, kawasan timur Jepara sekarang ini, serta dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Ratu Shima yang dikenal sangat tegas.
Menurut seorang penulis Portugis bernama Tome Pires dalam bukunya “Suma Oriental”, Jepara baru dikenal pada abad ke-XV (1470 M) sebagai bandar perdagangan yang kecil yang baru dihuni oleh 90-100 orang dan dipimpin oleh Aryo Timur dan berada dibawah pemerintahan Demak. Kemudian Aryo Timur digantikan oleh putranya yang bernama Pati Unus (1507-1521). Pati Unus mencoba untuk membangun Jepara menjadi kota niaga.

Rabu, 25 Juli 2012

Manfaat Pepaya dan Cara Membuatnya 2


Berikut beberapa manfaat daun pepaya yang wajib anda tahu :

1. Sebagai Obat jerawat.
Bagi kamu yang merasa tidak pede mempunyai wajah berjerawat. Terutama bagi wanita yang selalu memperhatikan kecantikan. Daun pepaya dapat mengobatinya yaitu dengan membuatnya menjadi masker.

Cara membuat maskernya : ambil 2-3 lembar daun pepaya yang sudah tua.Kemudian jemur dan tumbuk sampai halus. Tambahkan satu setenagh sendok air, baru deh dapat di manfaatkan untuk muka penuh jerawatmu.

2. Manfaat Memperlancar pencernaan
Daun dari tumbuhan pepaya memiliki kandungan kimia senyawa karpain. Zat itu dapat membunuh mikroorganisme yang sering mengganggu fungsi pencernaan.

3. Menambah nafsu makan
Manfaat ini terutama untuk anak-anak yang sulit untuk makan. Ambil daun pepaya yang segar dan memiliki ukuran sebesar telapak tangan. Kalau sudah ketemu tambahkan sedikit garam dan air hangat setengah cangkir. Campur semua lalu diblender. Kemudian saring airnya, nah air itulah yang dapat dimanfaatkan untuk menambah nafsu makan.

4. Demam berdarah
Siapa sangka kalau pepaya juga dapat untuk menyembuhkan demam berdarah. Coba ambil 5 lembar daun. Tambahkan setengah liter air lalu direbus. Ambil air tersebut jika sudah tertinggal tiperempatnya saja. Bintang sendiri belum pernah membuktikannya, jadi jika keadaan tidak membaik segera segera ke dokter (bahkan kalaupun memabaik segera bawa ke dokter). Anggap saja ini untuk pertolongan pertama!

5. Nyeri haid
Wanita jawa zaman dulu sering memanfaatkan daun pepaya untuk mengobati nyeri haid. Cukup Ambil 1 lembar daun saja, Tambahkan asam jawa dan garam. Lalu campur dengan segelas air dan Rebus. Dinginkan sebelum meminum ramuan pepaya tersebut.

6.Anti kanker
Hal ini masih belum pasti, tapi dari beberapa penelitian bahwa manfaat daun pepaya juga dapat dikembangkan sebagai anti kanker. Sebenarnya bukan hanya daunnya saja melainkan batang pepaya juga dapat digunakan. Karena kedanya memiliki milky latex (getah putih seperti susu).

Manfaat Buah Pepaya dan Cara Membuatnya


1. Batu Ginjal (niersteen = Belanda)
    Bahan: 7 lembar daun pepaya
    Cara membuat dan menggunakan :
    Memakai formula 3-5-7 plus, artinya :
    - Hari Pertama, 3 lembar daun pepaya yang masih segar direbus
      dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun pepaya
      tersebut diminum 1 gelas sekaligus.
    - Hari Kedua, 5 lembar daun pepaya yang masih segar direbus
      dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun pepaya
      tersebut diminum 1 gelas sekaligus.
    - Hari Ketiga, 7 lembar daun pepaya yang masih segar direbus
      dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun pepaya
      tersebut diminum 1 gelas sekaligus.
    - Untuk menutupnya ditambah dengan minum air kelapa muda
      (degan=Jawa), yang dipilih dari buah kelapa hijau.

     Catatan : bagi yang mengidap hipertensi tidak boleh minum resep ini.

2. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
    a. Bahan: 2 potong akar pepaya
       Cara membuat: direbus dengan 1 liter air sampai mendidih hingga
       tinggal 1 gelas, kemudian disaring;
       Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir

    b. Bahan: 7 lembar daun atau bunga tapakdara
       Cara membuat: diseduh dengan 1 gelas air dan dibiarkan
       beberapa saat dan disaring
       Cara menggunakan: diminum menjelang tidur.

3. Malaria
    Bahan: 1 lembar daun pepaya, tempe busuk sebesar ibu jari, garam
    secukupnya.
    Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian
    diperas dan disaring untuk diambil airnya.
    Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari selama 7 hari berturut-
    turut.

4. Sakit Keputihan
    Bahan: 1 lembar daun pepaya, 1 potong akar rumput alang-alang,
    adas pulosari secukupnya.
    Cara membuat: daun pepaya dicincang halus, kemudian direbus
    bersama bahan lainnya dengan 1,5 liter air sampai mendidih dan
    disaring
    Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas dan dilakukan
    secara teratur.

5. Kekurangan ASI
    Bahan: buah pepaya yang masih hijau (muda) tanpa dikuliti.
    Cara membuat: buah pepaya tersebut dibelah menjadi 2 bagian,
    sebagian direbus dengan air dan sebagian yang lain menggunakan
    cuka.
    Cara menggunakan: air rebusan tersebut diminum 2-3 sendok teh
    sehari dan dilakukan secara teratur.

6. Reumatik
    a. Bahan: buah pepaya, 2 butir telur ayam kampung;
       Cara membuat: buah pepaya dipotong penampangnya kemudian
       telur dimasukkan dalam pepaya melalui lubang yang telah dibuat
       dengan memotong penampang tadi, ditutup kembali rapat-rapat
       dan dibakar hingga telur yang ada di dalamnya masak
       Cara menggunakan: telur yang sudah masak tersebut dimakan
       pagi dan sore

     b. Bahan: 2 potong akar pepaya, 1 lembar daun pepaya;
        Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk halus,  kemudian
        direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan disaring.
        Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas pada sore hari.      

7. Malnutrisi (gejala kekurangan salah satu zat makanan pada balita)
    a. Bahan: 2 lembar daun pepaya, 3 tangkai daun dadap serep,
       kapur sirih secukupnya.
       Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai
       halus.
       Cara menggunakan: dipergunakan sebagai bedak dan dioleskan
       pada perut balita yang sakit.

    b. Bahan: 1 lembar daun pepaya
       Cara membuat: direbus dengan 1,5 gelas air sampai mendidih,
       kemudian disaring untuk diambil airnya
       Cara menggunakan: diminumkan pada balita 2 sendok makan
       setiap hari.

8. Gangguan saluran kencing
    Bahan: 3 potong akar pepaya
    Cara membuat: direbus dengan 1 liter air air sampai mendidih,
    kemudian disaring.
    Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 0,5 gelas.

9. Haid berlebihan
    Bahan: buah pepaya yang masih hijau (muda)
    Cara membuat: direbus dengan air sampai masak.
    Cara menggunakan: dimakan dagingnya.

10. Sakit perut pada waktu haid
     Bahan: 1 lembar daun pepaya, buah asam dan garam secuk

Kandungan Dalam Pepaya


KANDUNGAN KIMIA : Kandungan buah pepaya masak (100 gr) - Kalori 46 kal - Vitamin A 365 SI - Vitamin B1 0,04 mg - Vitamin C 78 mg - Kalsium 23 mg - Hidrat Arang 12,2 gram - Fosfor 12 mg - Besi 1,7 mg - Protein 0,5 mg - Air 86,7 gram Kandungan buah Pepaya Muda (100 gr) - Kalori 26 kalori. - Lemak 0,1 gram - Protein 2,1 gram - Hidrat Arang 4,9 gram - Kalsium 50 mg - Fosfor 16 mg - Besi 0,4 mg - Vitamin A 50 SI - Vitamin B1 0,02 mg - Vitamin C 19 mg - Air 92,4 gram Disamping itu buah pepaya juga mengandung unsur antibiotik, yang dapat digunakan untuk pengobatan tanpa ada efek sampingannya. Buah Pepaya juga mengandung unsur yang dapat membuat pencernaan makanan lebih sempurna, disamping memiliki daya yang dapat membuat air seni bereaksi asam, yang secara ilmiah disebut zat caricaksantin dan violaksantin. Daun pepaya juga mengandung berbagai macam zat, antara lain : - Vitamin A 18250 SI - Vitamin B1 0,15 mg - Vitamin C 140 mg - Kalori 79 kal - Protein 8,0 gram - Lemak 2 gram - Hidrat Arang 11,9 gram - Kalsium 353 mg - Fosfor 63 mg - Besi 0,8 mg - Air 75,4 gram Kandungan carposide pada daun pepaya berkhasiat sebagai obat cacing. Disamping pada daunnya, akar dan getah pepaya juga mengandung zat papayotin, karpain, kautsyuk, karposit dan vitamin

PROBLEM OF COORDINATE SYSTEMS


1. In a place of latitude 48◦ N, a star of declination 60◦ N is observed. What is its zenith
distance at upper and lower culmination?
2. The zenith distances of a star at upper culmination (south of the zenith) and lower
culmination are 24◦ and 74◦ respectively. Calculate the latitude of the observer and the declination of the star.

Selamat Tinggal Pluto!


Mulai Kamis (24/8) jangan pernah terpeleset mengucapkan Planet Pluto. Karena sejak hari itu, Pluto sudah tidak lagi berhak menyandang predikat sebagai planet.
Sidang Umum Himpunan Astronomi Internasional (International Astronomical Union/IAU) Ke-26 di Praha, Republik Ceko, yang berakhir 25 Agustus, menghasilkan keputusan bersejarah dalam dunia astronomi dengan mengeluarkan Pluto dari daftar planet-planet di Tata Surya kita. Mulai sekarang, anggota Tata Surya hanya terdiri dari delapan planet, yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Keputusan mengeluarkan Pluto yang sudah menjadi anggota Keluarga Planet Tata Surya selama 76 tahun merupakan konsekuensi ditetapkannya definisi baru tentang planet. Resolusi 5A Sidang Umum IAU Ke-26 berisi definisi baru itu.
Dalam resolusi tersebut dinyatakan, sebuah benda langit bisa disebut planet apabila memenuhi tiga syarat, yakni mengorbit Matahari, berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat, dan memiliki jalur orbit yang jelas dan "bersih" (tidak ada benda langit lain di orbit tersebut).
Definisi tersebut adalah definisi universal pertama tentang planet sejak istilah planet dikenal di kalangan astronom, bahkan sebelum era Nicolaus Copernicus yang tahun 1543 membuktikan Bumi adalah salah satu planet yang berputar mengelilingi Matahari.
Dengan definisi baru tersebut, Pluto tidak berhak menyandang nama planet karena tidak memenuhi syarat yang ketiga. Orbit Pluto memotong orbit planet Neptunus sehingga dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, Pluto kadang berada lebih dekat dengan Matahari dibandingkan Neptunus.
Planet kerdil
Pluto kemudian masuk dalam keluarga baru yang disebut planet kerdil atau planet katai (dwarf planets). Keluarga ini beranggotakan Pluto dan benda-benda langit lain di Tata Surya yang mirip dengan Pluto, termasuk di dalamnya asteroid terbesar Ceres, satelit Pluto, Charon, dan beberapa benda langit lain yang baru saja ditemukan.
Menurut Direktur Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat, Dr Taufiq Hidayat, keputusan Sidang Umum IAU tersebut adalah puncak perdebatan ilmiah dalam astronomi yang sudah berlangsung sejak awal 1990-an lalu. Perdebatan tersebut dipicu berbagai penemuan baru yang menimbulkan keraguan apakah Pluto masih layak disebut planet atau tidak.
"Karakteristik Pluto memang berbeda dengan planet-planet lainnya. Bahkan komposisi kimianya lebih menyerupai komet daripada planet," ungkap astronom yang mendalami bidang ilmu-ilmu planet ini.
Selain itu, perkembangan teknologi teleskop juga membawa pada penemuan berbagai benda langit yang masuk dalam kelompok Obyek Sabuk Kuiper (Kuiper Belt Object/KBO). Sabuk Kuiper sendiri adalah sebutan untuk wilayah di luar orbit planet Neptunus hingga jarak 50 Satuan Astronomi (SA/1 Satuan Astronomi = jarak rata-rata Matahari-Bumi, yakni sekitar 149,6 juta kilometer) dari Matahari.
Beberapa KBO sangat menarik perhatian karena berukuran hampir sama atau bahkan lebih besar daripada Pluto (diameter 2.300 km) dan ada yang memiliki satelit atau "bulan". Beberapa obyek tersebut, antara lain, Quaoar (diameter 1.000 km-1.300 km), Sedna (1.180 km- 1.800 km), dan yang paling terkenal adalah obyek bernama 2003 UB313 yang ditemukan Michael Brown dari California Institute of Technology (Caltech) pada 2003 lalu. Obyek yang dijuluki Xena tersebut memiliki diameter 2.400 km, yang berarti lebih besar daripada Pluto. Xena sempat dihebohkan sebagai planet ke-10 Tata Surya.
Sejak saat itu, lanjut Taufiq, terjadi perbedaan pendapat di kalangan astronom. "Pilihannya adalah memasukkan Ceres, Charon, dan 2003 UB313 ke dalam keluarga planet sehingga jumlah planet menjadi 12, atau mengeluarkan Pluto. Akhirnya pilihan kedua yang disepakati," tutur mantan Ketua Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung ini.
Kesepakatan itu sendiri bukannya datang dengan mudah. Taufiq mengatakan, pengambilan keputusan itu bahkan dicapai dengan cara pemungutan suara di antara para anggota IAU yang hadir setelah didahului perdebatan yang sangat sengit. Empat astronom senior dari Indonesia turut serta dalam Sidang Umum IAU tersebut, yakni Jorga Ibrahim, Iratius Radiman, Suryadi Siregar, dan Ny Permana Permadi. Mereka belum bisa diwawancarai karena belum kembali di Tanah Air sampai tulisan ini dibuat.
Kontroversi
Keputusan melepas status planet dari Pluto tentu saja sangat mengejutkan semua pihak. "Kata 'planet' dan gagasan tentang planet bisa menjadi sangat emosional karena itu adalah hal yang kita pelajari sejak kita masih kanak-kanak," ungkap Richard Binzel, profesor ilmu-ilmu planet dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang menentang "pemecatan" Pluto, seperti dikutip Associated Press.
Orang paling terpukul dengan keputusan ini adalah Patricia Tombaugh (93), janda Clyde Tombaugh, ilmuwan yang menemukan Pluto pada 18 Februari 1930. "Ini sangat mengecewakan dan sangat membingungkan. Saya tidak tahu bagaimana harus menghadapi ini, rasanya seperti kehilangan pekerjaan," tuturnya kepada AP dari rumahnya di Las Cruces, New Mexico.
Beberapa pihak memprediksi debat mengenai status Pluto tidak akan berakhir di sini. Alan Stern, ketua misi pesawat ruang angkasa NASA, New Horizon, yang diluncurkan ke Pluto, Januari lalu, mengaku merasa "malu" terhadap keputusan itu. Meski demikian, misi senilai 700 juta dollar AS dan baru akan tiba di Pluto pada 2015 itu tetap akan dilanjutkan. "Ini benar-benar sebuah definisi yang ceroboh. It's bad science. Ini belum selesai," ujar Stern.
Wajar
Wajar saja pencopotan gelar planet dari Pluto memicu reaksi yang emosional. Pluto selama ini memiliki tempat tersendiri di hati para astronom, baik yang profesional maupun amatir. Pluto sering dianggap "Si Bungsu dari Tata Surya" karena jaraknya yang terjauh dari Matahari dan ditemukan paling akhir dibandingkan delapan planet lainnya.
Orbit Pluto yang sangat lonjong dan tidak sejajar dengan bidang lintasan planet lainnya juga membuat planet ini unik. Pluto juga sempat dianggap sebagai jawaban dari misteri Planet X, sebuah planet hipotetis yang diduga ada di luar orbit Neptunus dan menyebabkan gangguan pada orbit planet Uranus dan Neptunus. Meski ukuran Pluto kemudian terbukti terlalu kecil untuk menjadi Planet X, dugaan tersebut menjadi bagian dari legenda Pluto.
Selain itu, keputusan pencabutan Pluto dari keluarga planet Tata Surya ini juga membawa konsekuensi perubahan seluruh buku pelajaran, kamus astronomi, buku pintar, dan ensiklopedia di dunia yang sudah terlanjur mencantumkan Pluto sebagai planet ke-9. Bayangkan kerepotan yang akan terjadi.
Namun, Taufiq Hidayat mengatakan, inilah konsekuensi dari perkembangan ilmu pengetahuan. Perubahan definisi planet dan keluarnya Pluto dari keluarga planet hanyalah sebuah pengingat bagi kita semua bahwa ilmu pengetahuan yang kita pahami dan kita yakini kebenarannya sekarang ini bukanlah sebuah kesimpulan final. Masih banyak kebenaran yang belum kita temukan.
Seperti yang selalu dikutip dalam serial film televisi X-Files, the truth is out there....
Sumber : Kompas (27 Agutsus 2006)

Astronom Dunia Coret Status Pluto Sebagai Planet


Praha (ANTARA News) - Ahli astronomi dari seluruh dunia dalam pertemuan di Praha, Kamis, mencoret status Pluto sebagai sebuah planet, dan memberi definisi baru yakni "planet kecil" dalam sistem tata surya.

Dengan demikian, dalam sistem tata surya hanya ada delapan planet klasik, yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus, Reuters melaporkan.

Pluto yang ditemukan tahun 1930 secara tradisional dianggap sebagai planet ke-sembilan dan yang terjauh dari Matahari.

Namun definisi sebuah planet yang disetujui setelah perdebatan seru dalam pertemuan Persatuan Astrotomi Internasiogal (IAU) menegaskan perbedaan antara Pluto dan delapan planet lainnya, kecuali satelit.

Pendefinisian kembali suatu planet diperlukan, menyusul kemajuan teknologi yang memungkinkan astronom dapat lebih dekat mengamati luar angkasa dan dapat akurat mengukur volume benda langit di sistem tata surya. (*)

Para astronom setuju bahwa untuk disebut planet, sebuah benda langit harus punya orbit mengitari sebuah bintang dan planet itu sendiri bukan sebuah bintang.

Planet juga harus memiliki gaya grafitasi yang cukup beasr berukuran cukup besar.

Pluto tidak memenuhi sarat sebagai planet karena orbitnya tumpang tindih dengan Neptunus.

Definisi baru --- yang pertama diperkenalkan IAU untuk menggambarkan secara ilmiah menganai apa itu planet -- memberikan kategori kedua yang disebut "dwarf planet" atau planet kecil, serta kategori ketiga untuk semua objek benda lainnya lainnnya. (*)
COPYRIGHT © 2006 ANTARA
25 Agustus 2006 8:15



Pluto, Ditemukan 75 Tahun Lalu dan Tetap Misterius
Flagstaff, Senin





Pluto dilihat menggunakan teleskop ruang angkasa Hubble milik NASA. Apakah ia sebuah planet?





Sudah lewat 75 tahun sejak Pluto ditemukan, namun objek itu masih merupakan sebuah misteri. Dan teka-teki tersebut mungkin baru akan terungkap sepuluh tahun mendatang, ketika sebuah wahana ruang angkasa direncanakan mendekatinya.
Perlu diketahui, Pluto segera diangkat sebagai planet ke sembilan di tata surya sejak pertama kali terlihat 18 Februari 1930 oleh Clyde Tombaugh, seorang astronom muda di Observatorium Lowell. Namun apakah Pluto layak disebut sebagai sebuah planet, hingga kini masih menjadi perdebatan.
"Objek ini adalah planet yang berperilaku aneh bila Anda menganggapnya sebuah planet," ujar Neil deGrasse Tyson, direktur Planetarium Hayden di American Museum of Natural History, New York. Tyson sendiri lebih suka menganggap Pluto sebagai salah satu dari ribuan objek yang mengelilingi Matahari di tepian tata surya.
Pluto ditemukan dalam suatu pencarian planet ke sembilan. Ketika itu Tombaugh yang berusia 26 tahun ditugaskan untuk ikut mencari. Bila tidak cermat, tentulah ia tidak bakal menemukan Pluto saat berulang-ulang meneliti foto-foto langit malam di Arizona. Nah, begitu Tombaugh muda melihat objek tak dikenal, ia langsung yakin itu adalah planet ke sembilan yang kelak disebut Pluto.
Untung baginya, keyakinan itu diterima dunia yang memang sedang berlomba menemukan planet lain di tata surya. Maka jadilah Pluto sebagai planet yang dinanti itu.
Hingga kini semua anak-anak sekolah terbiasa dengan susunan tata surya yang memasukkan Pluto sebagai salah satu planet. Namun sebenarnya setelah Tombaugh wafat tahun 1997, beberapa astronom menyarankan agar International Astronomical Union - badan yang mengurusi penamaan dan penggolongan benda langit - menurunkan pangkat Pluto bukan lagi sebagai planet.
Planet atau bukan?


Pada saat ditemukan, Pluto adalah satu-satunya objek di luar Neptunus yang diketahui. Lalu ketika bulan yang mengelilinginya, Charon, terlihat, maka hal itu justru makin menguatkan status Pluto sebagai planet.
Akan tetapi, para astronom kemudian menemukan sekitar 1.000 objek kecil lain di luar Neptunus yang juga mengelilingi Matahari. Di sana mungkin ada sekitar 100.000 objek serupa yang dikenal sebagai objek Sabuk Kuiper, kata Bob Millis, direktur Observatorium Lowell.
Pluto sendiri, dengan orbit memanjangnya yang aneh, memiliki perilaku lebih mirip objek Sabuk Kuiper dibanding sebuah planet, demikian anggapan beberapa astronom. Mereka juga menegaskan bahwa Pluto berukuran amat kecil, bahkan lebih kecil dari Bulan kita, sehingga terlalu kecil untuk disebut planet.
"Bila Anda mempelajari lebih jauh, Anda akan melihat Pluto lebih cocok dimasukkan dalam golongan objek Sabuk Kuiper," kata Hal Weaver, ilmuwan proyek pada misi New Horizons, yang akan meluncurkan sebuah wahana menuju Pluto tahun depan, dan diperkirakan akan mencapainya tahun 2015.
Namun mengubah pengertian bahwa Pluto bukan sebuah planet adalah sesuatu yang tidak mudah. Nama yang juga digunakan dalam salah satu karakter anjing Disney (kebetulan muncul tahun 1930) ini beserta posisi dan predikatnya sebagai planet terkecil sudah terlanjur populer di kalangan anak sekolah.
Selain itu beberapa astronom juga sudah menerima Pluto sebagai sebuah planet. Alasannya, Pluto memiliki bentuk bundar seperti planet, sedangkan komet dan asteroid cenderung berbentuk tak beraturan. Pluto juga mempunyai atmosfer dan musim layaknya planet.
"Bila kita tidak menyebutnya sebuah planet, maka bagaimana kita akan menyebutnya," kata Kevin Schindler, supervisor senior di Lowell.
Yang makin meramaikan debat tersebut adalah tidak adanya definisi resmi mengenai apa itu planet. Pembuatan standar ciri-ciri planet, misalnya mengenai batas ukuran atau pola orbitnya, justru berpotensi menjadikan objek lain sebagai planet dan malahan mengeluarkan Pluto dari golongan ini.
"Kontroversi mengenai apakah ia planet atau objek Sabuk Kuiper terbesar sepertinya masih akan berlanjut," kata Millis. "Tapi bagi saya lebih penting mengetahui seperti apakah Pluto sebenarnya daripada apakah Pluto itu." (AP/cnn.com/wsn)
Updated: Kompas (Sain dan teknologi) Senin, 14 Februari 2005, 18:19 WIB